Tampilkan postingan dengan label Biografi Motivator. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2012

Motivator | Biografi Tung Desem Waringin


Tung Desem Waringin

"Pelatih Sukses No.1 di Indonesia"



Tung Desem Waringin lahir di Surakarta, 22 Desember 1968. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta pada tahun 1992. Tung lebih dikenal sebagai seorang motivator ulung, pembicara terbaik, dan pelatih sukses, ia juga merupakan penulis buku best seller. Bahkan buku karyanya berjudul “Financial Revolution” mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai buku inspirasional pertama dengan penjualan 10.511 buah pada hari pertama diluncurkan.

Ia semakin dikenal bukan saja di kawasan Asia tetapi juga ke penjuru dunia,  dengan aksi “bagi-bagi” uang dan tiket seminar senilai Rp 100 juta yang ia lakukan di Stadion Sepak Bola Baladika Kesatrian Serang. Aksi tersebut menimbulkan berbagai komentar. Ada yang memandang sebelah mata, tetapi juga banyak yang justru memuji ide tersebut.

Alasan utama Tung Desem Waringin melakukan aksi tersebut tidak lain sebagai media promosi bagi peluncuran bukunya kedua berjudul Marketing Revolution. Ide ini bisa disebut sebagai sebuah perumpamaan dalam strategi marketing.
Tung ingin menunjukkan bahwa banyak promosi yang sia-sia dalam pemasaran produknya. Menurutnya, daripada dana promosi tersebut digunakan untuk memasang iklan, baliho, dan
sebagainya yang tidak bisa diukur sejauh mana promosi itu dapat sampai, lebih baik uang tersebut dibagikan kepada masyarakat. 

Kuliah
Pada saat masih kuliah di UNS, Solo, ia menjadi penjual. Ia mengambil emas dari kakanya dan dari seorang pengusaha emas di Jakarta. Dengan keberanian dan bakat marketing, ia pun menjual emasnya hingga ke luar kota seperti Semarang, Pati, Tayu, Ambarawa dan Pekalongan.

Di kampusnya, ia termasuk mahasiswa yang berprestasi dan teladan. Kesibukannya sebagai penjual emas tidak menjadi penghalangnya, meskipun ia harus berpergian ke luar kota. Tahun 1992 ia lulus kuliah, dan ia diterima di BCA cabang Surabaya.

Karir

Tung dilahirkan dari keluarga sederhana, bahkan sejak kecil, ia telah mengalami berbagai macam kesulitan.

Bermula dari bisnis sang ayah yang mengalami kebangkrutan, Tung kecil dididik untuk selalu bisa survive dan membantu ayahnya agar tokonya ramai pembeli, namun keberuntungan belum berpihak pada keluarganya.

Usaha ayahnya tersebut belum juga dapat berjalan dengan mulus. Dari semenjak itulah Tung Desem mulai tertarik pada dunia marketing. Dia memiliki obsesi untuk dapat membantu ayahnya meraih sukses.

Karir Tung Desem dimulai di Bank Central Asia (BCA) sebagai Management Development Program pada tahun 1992.

Setelah melakukan training di Jakarta yang menjadikannya sebagai lulusan terbaik, ia dikirim ke BCA Cabang Surabaya untuk membenahi 22 cabang pembantu (capem) yang hasil audit operasionalnya terburuk se-Indonesia.

Hasilnya, dari target dua tahun, Tung Desem berhasil menyelesaikan masalah tersebut hanya dalam waktu empat bulan. Prestasi ini juga menjadikan Surabaya memperoleh hasil audit terbaik di seluruh Indonesia.

Tung Desem pun tertarik untuk berpindah profesi dari seorang pekerja kantoran menjadi seorang pembicara ,motivator terheboh, dan pelatih sukses.

“Hidup saya berubah setelah saya memutuskan berhenti bekerja di tahun 2001,” kata pemilik tubuh jangkung ini.

Tung yang hobi membaca dan selalu ingin belajar, memutuskan untuk mengikuti seminar motivator dunia favoritnya, Anthony Robbin.

“Saya jual apa yang saya punya agar saya bisa sampai ke sana. Waktu itu tiket seminarnya 10 ribu dolar AS, untuk seminar selama 8 hari. Saya akhirnya berangkat dan menghabiskan biaya Rp 158 juta,” katanya.

Tapi pengorbanannya tak sia-sia. Tung menjadi sosok motivator yang mumpuni. Ilmu yang diraihnya tidak hanya ditularkan kepada lebih dari 500 ribu audien peserta seminar, yang di antaranya juga telah menjadi miliarder-miliarder baru.

Tapi Tung juga mempraktikkan jurus-jurusnya untuk kesuksesan dirinya sendiri. Tahun 2010 lalu saja, omzet yang dihasilkan dari perusahaan-perusahaannya mencapai 48 juta dolar AS.


“Saya sekarang sudah memiliki 36 properti, mulai dari rumah, mal, kondotel, apartemen. Saya punya toko buku Toga Mas di beberapa kota. Saya juga bermain saham, berkebun pohon jati, meluncurkan Edugame Boby Bola, buku-buku dan sebagainya. Saya mendapatkan semua itu hanya dalam jangka waktu 10 tahun. Saya bisa seperti ini, Anda pun bisa” ujarnya. 

Kata-kata Tung Desem Waringin yang Inspiratif :

§  “Nasib baik adalah pertemuan antara persiapan dan kesempatan.”
§  “Life will never be the same again.”
§  “Tidak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau belajar.”
§  “Setiap badai pasti berlalu dan saya akan tumbuh semakin kuat.”
§  “Saya mau mencurahkan waktu, uang, tenaga, pikiran, untuk terus belajar dan berjuan sampai saya mencapai impian saya.”





Referensi :

read more

Motivator | Biografi Bong Chandra

 BONG CHANDRA

"Dari Pendiam Menjadi Miliarder"


    Bong Chandra adalah putra ke dua dari pasangan Aditya dan Bong Su Ngo, dilahirkan di Jakarta 25 Oktober 1987. Bong Chandra memiliki dua saudara yaitu Bong Bertha dan Bong Megaria.  Sejak lahir Bong menderita penyakit Paru-paru, ia sering sekali kejang pada waktu kecil, hal inilah menyebabkan ia menjadi seorang anak yang minder dan tidak mempunyai banyak teman, tubuhnya yang kecil, dan mempunyai penyakit  asma yang dideritanya semakin membuatnya merasa kecil. 

Ia tidak pernah mendapatkan 1 piala sekalipun, dan tidak pernah memenangkan lomba dan kompetisi manapun. Namun, sekarang sudah berubah, Bong yang dulunya anak yang pendiam dan kuper, berubah menjadi seorang pebisnis, pembicara, dan juga motivator populer asal Indonesia, bahkan pada tahun 2010 ia mendapatkan gelar Motivator Termuda Nomor 1 se-Asia” yakni pada usia 23 tahun.

Perjalanan



"Kita Dinilai Bukan Dari Apa Yang Kita Mulai, Melainkan Dari Apa Yang Kita Selesaikan"


    Kesuksesannya sekarang tidak ia raih dengan mudah, Bong harus menempa dirinya dengan kerja keras. Saat usianya menginjak 18 tahun, Bong memilih berjibaku membangun bisnis daripada bersenang-senang.

Kerja kerasnya dimulai sejak krisis moneter tahun 1998. Bisnis ayahnya hancur, pabrik kuenya gulung tikar, rumah sampai nyaris dijual.  Sejak itulah, dari kelas 6 SD sampai kelas 2 SMA, Bong hidup sangat-sangat kekurangan. Makan seadanya, hutang sana hutang sini, telefon dan listrik sering putus, bahkan sampai mengumpulkan recehan recehan uang, karena bagi keluarga mereka, uang receh tersebut sangat berarti untuk keperluan sehari-hari.

Keadaan yang begitu sulit justru membentuk Bong Chandra menjadi seorang anak muda yang lebih tangguh dibandingkan dengan anak seusianya. Di usia 18 tahun, Bong Chandra mulai merintis bisnis bersama teman - temannya. Dalam merintis bisnisnya saat itu, Bong Chandra banyak mendapatkan hinaan dan comooh dari orang disekitarnya. Dengan sebuah motor butut, ia terus merintis bisnisnya siang dan malam. Pergi keluar kota sendirian, kos di tempat yang sangat sederhana dengan jatah makan siang hanya Rp 1.200. Kehujanan dan kepanasan adalah hal yang biasa dialami oleh Bong Chandra.

Penolakan - penolakan yang dihadapi oleh Bong Chandra membuatnya bertumbuh menjadi seorang yang lebih kuat. Orang yang meremehkan dan menolaknya dulu sebenarnya telah melemparkan kayu ke dalam bara api yang menyala. Alih - alih down, Bong Chandra justru merasa tertantang untuk membuktikan kepada mereka yang meragukannya. Kini Bong Chandra telah berhasil membuktikan prestasi yang luar biasa kepada orang - orang yang dulu telah meragukannya.

  
Bong sadar motivasi perlu dipertahankan karena cemoohan berpotensi mengendurkan semangatnya. Apalagi rekannya kerap menyindir Bong. “Seumuran kita harusnya bersenang-senang.” Ujar Bong menirukan rekannya. Tapi ia berkukuh. Beruntung, orang tuanya rajin memberi nasihat. Bong pun gemar membaca buku motivator dunia, seperti Donald Trump. “Keinginan sukses makin besar,” katanya. Kegemaran ini memudahkannya memotivasi diri. Ia pun mulai menasihati temannya yang patah semangat.

Ia semakin yakin akan kualitas bakatnya memotivasi orang. Bersama 5 orang rekannya, Bong membuat event organizer untuk pelatihan motivasi. Sasarannya orang-orang dekat. “Saya diminta beberapa rekan satu jemaat gereja,” ujarnya. Bong awalnya memotivasi para karyawan pemasaran. Selama dua tahun pertama, ia hanya memungut biaya operasional. “Ini investasi saya,” katanya. Apalagi tujuan bisnis ini tidak untuk mencari uang. “Saya memperluas pertemanan,” katanya.

Tak sulit bagi alumnus SMA Kalam Kudus Jakarta ini mendapatkan teman dari 90 ribu peserta pelatihannya, yang kebanyakan pelaku bisnis. “Kalau teman kita sukses, kita akan kecipratan sukses,” katanya.

Sukses


"See You At The Top !"

   Saat ini Bong Chandra telah memimpin 3 perusahaan dan membawahi 150 staff karyawan, antara lain; PT. Perintis Triniti Property, PT. Bong Chandra Success System, dan PT. Free Car Wash Indonesia. Bong Chandra juga merupakan seorang Developer yang saat ini sedang membangun Perumahan bernama Ubud Village di Selatan Jakarta seluas 5,1 hektar dengan nilai investasi Rp 180 Milyar. Ia juga berencana akan membangun Super Blok Terbesar di Serpong dan sebuah kota mandiri seluas 80 hektar di Manado.




Bong Chandra juga merupakan pengarang buku Best Seller Unlimited Wealth yang saat ini hampir terjual 100.000 copy. 100% royati dari penjualan buku akan dsumbangkan ke Yayasan Vincentius Jakarta Pusat. 

Ia juga memberikan motivasi ke lebih dari 2 juta orang di TV ONE. Seminarnya selalu dihadiri ribuan orang, terhitung sejak awal 2010, Bong Chandra telah mengadakan 7x Seminar yang masing2 dihadiri 3000 orang. Tahun 2009 Bong Chandra diundang untuk memberikan motivasi di Perusahaan Terbesar Dunia (versi Fortune 500). Bong Chandra juga telah diundang oleh beberapa perusahaan seperti, Shell, Bank BRI, Bank Mandiri, Panin, Commonwealth, Yamaha, Ciputra Group, PLN, Gramedia, Prudential, Sunlife, CNI, TVS Motor, TVI, Real Estate Indonesia, dan masih banyak lagi.


Penutup

Meski dia sudah berbicara di hadapan 15 ribu orang per tahun, mulai mahasiswa, ibu rumah tangga, dosen, ahli hukum, dokter, pengusaha, hingga CEO, Bong menyebut dirinya sebagai pribadi yang tertutup. “Saya tidak mudah akrab,” katanya. Bong juga mengenali dirinya sebagai orang yang lambat bertindak. “Saya menuntut sempurna jadi kerap lama berpikir.”



Semua pencapaian di atas dimulai dari NOL bahkan hutang. ini membuktikan bahwa yang terpenting bukan siapa Anda sekarang, tetapi ingin seperti apa Anda besok.


Pelajaran :

Setiap butir pelajaran yang dapat kita ambil, tertuang dalam biografi tersebut, melalui kisahnya dari masa-masa sulit, tidak kenal lelah, pantang menyerah.




Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Bong_Chandra

http://jiputro.net/top-news/bong-chandra

http://bongcandra.blogspot.com/p/biografi.html

Video Youtube "Kesaksian Bong Chandra Ungkap Rahasia Suksesnya"

Buku "Unlimited Wealth" Bong Chandra





read more
Blogger Template by Clairvo